Bisnis Syari’ah, Kunci Sukses Dunia dan Akhirat

Diposkan Oleh : Septia Mujizat | Pada : 1/22/2017 | Rating : 5 | 1 komentar
Bisnis Syari’ah, Kunci Sukses Dunia dan Akhirat

Jika dihitung-hitung, seorang manusia pada jaman (modern) ini mempelajari fisika dari SD hingga SMA bisa sampai 9 tahun, atau minimal 6 tahun bagi yang SMA-nya mengambil jurusan selain IPA. Tapi apakah kita pernah diajarkan tentang kesuksesan? Padahal semua orang ingin sukses, tapi tidak semua orang ingin menjadi fisikawan atau membutuhkan ilmu fisika sebanyak apa yang diajarkan semasa sekolah. Ini menjadi keanehan sendiri bagi saya pribadi, tapi saya belum bisa melakukan banyak hal apalagi sesuatu yang mendasar untuk menanggulangi ini. Nah, karena itu di blog yang sederhana ini saya akan berbagi sedikit pengetahuan tentang kesuksesan yang semoga dapat bermanfaat bagi Anda semua.

Sukses
Source Image: http://www.dakwatuna.com/2015/04/17/67373/4-kunci-sukses-mahasiswa-menjadi-pemimpin

Siapa yang tak menginginkan sukses di dunia dan akhirat? Sukses di dunia ini identik dengan kemapanan secara finansial, dan sukses di akhirat tentu saja meraih ridho-Nya dan masuk ke dalam surga yang begitu indahnya. Tapi apakah sukses yang sebenarnya itu? Apakah sesempit itu?

A.    Sekilas Tentang Arti dan Makna dari Kesuksesan

Sukses sendiri secara etimologi artinya “berhasil melakukan atau mendapatkan sesuatu sesuai dengan yang diharapkan atau lebih”. Artinya, sebenarnya jika kita berhasil menyelesaikan sebuah tugas sekolah, kuliah, atau tugas kantor, itu sudah merupakan kesuksesan, dan kita wajib mensyukurinya, itu adalah elemen kecil yang seringkali kita lupakan. Kita selalu memikirkan sesuatu itu besar, padahal sebenarnya sesuatu itu sederhana. Dan penting sekali untuk diingat, seringkali seseorang itu gagal bukan karena tidak dapat menghancurkan batu besar yang menghadang, tapi karena meremehkan batu-batu kecil yang akhirnya menjatuhkan. Namun berbicara tentang kesuksesan tidak hanya begitu juga, ada yang disebut kesuksesan jangka panjang dan jangka pendek, ada kesuksesan pribadi dan kesuksesan konvensi. Maksudnya?

Kesuksesan jangka pendek ya itu, yang sudah saya jelaskan sebelumnya. Sedangkan kesuksesan jangka panjang adalah kesuksesan yang membutuhkan waktu lebih lama lagi, saya rasa Anda pun mengerti tentang maksud saya ini. Lalu bagaimana dengan kesuksesan pribadi dan kesuksesan konvensi? Jika Anda belum tahu, yang dimaksud konvensi disini adalah sesuatu yang menjadi paradigma atau yang disetujui masyarakat pada umumnya.

Sebagai makhluk sosial tentu kita tidak terlepas dari memandang / menilai dan dipandang orang lain, kita membutuhkan itu sebagai informasi dan juga referensi. Dunia ini diciptakan Tuhan tanpa batas tapi juga hanya seluas apa yang manusia pikirkan, secara berkelompok dan individu. Kelompok tertentu pasti memiliki pandangan tersendiri tentang suatu hal, tapi pasti juga tiap individu didalamnya memiliki pemahaman tertentu tentang hal itu, misalnya kesuksesan. Jika mempertimbangkan hobi atau hal apapun yang dapat menjadi pengelompokan manusia, tentu akan ada banyak lagi cabang dari kesuksesan. Tapi yang jadi intinya disini adalah Anda dapat menentukan kesuksesan Anda sendiri sebagai individu yang bebas, sebagai kelompok yang memiliki kesamaan, dan sebagai manusia yang manusiawi.

a.    Sukses di Dunia

OJK - Lomba Blog PUASA
Yang saya tahu, di dunia ini pada umumnya orang-orang pasti memahami kesuksesan sebagai kemapanan secara finansial, kepopuleran, pangkat, prestise, dan sebagainya. Semuanya adalah yang berkaitan dengan pemuasan kebutuhan manusiawi, baik kebutuhan biologis (yang menyebabkan kematian bila tidak terpenuhi) maupun kebutuhan naluriah (yang menyebabkan kegelisahan bila tidak terpenuhi).

Uang bukanlah segalanya, tapi hampir segalanya butuh uang. Ya, dari semua kebutuhan manusia kebutuhan finansial bisa dibilang menjadi tulang punggung untuk kebutuhan-kebutuhan lainnya pada masa ini, walau pun sebenarnya yang lebih tinggi dari finansial atau keuangan adalah ilmu. Untuk ini butuh uang, untuk itu butuh uang, segalanya tentang uang. Walau kebahagiaan tidak dapat dibeli dengan uang, namun dengan uang kita akan lebih mudah meraih kebahagiaan. Bukan maksud menuhankan uang, tapi kita ketahui bahwa ada sesuatu yang kodrati dan syari’at, kita dapat memiliki sesuatu kodratnya atas izin Allah tapi syari’atnya karena kita memiliki uang, persentasinya jauh lebih tinggi dari kasus karena warisan atau hadiah, apalagi turun tiba-tiba dari langit. Intinya, pada jaman ini sebagian kesuksesan adalah uang.

b.    Sukses di Akhirat

Nah, jika kita berbicara kesuksesan di akhirat tentu kita tidak bisa hanya mengandalkan pemahaman pribadi atau konvensi masyarakat, tapi melibatkan aturan Dia yang menciptakan akhirat. Dan dunia adalah jalannya, tempat dimana kita akan melakukan hal-hal yang akan menentukan kemana kita di akhirat nanti. Karena sejatinya apa yang kita anggap kenyataan saat ini belum tentu adalah kenyataan yang sebenarnya, di dunia ini kesenangan hanya bersifat sementara dan dihasilkan dari hormon-hormon manusia semata, yang artinya dunia ini hanyalah ujian. Syarat dari Allah tidak banyak, yakni ibadah dengan ikhlas. Ingat bahwa tujuan manusia dan jin diciptakan ke dunia ini adalah untuk beribadah, dan berfungsi sebagai khalifah. Harap ingat itu, itu adalah pegangan hidup seorang muslim sejati yang tidak boleh dilupakan.

Praktiknya bagaimana? Sombong kalau kita berniat pamer pahala demi mendapatkan surga-Nya. Seluruh pahala amal baik kita seumur hidup tidak akan mampu mengimbangi nikmat sebelah mata yang telah Allah berikan, karena sebenarnya manusia masuk surga adalah karena kasih sayang Allah. Maka tugas kita adalah mensyukuri segala nikmat yang telah Allah berikan. Syukur itu bukan hanya perkara ucapan, tapi bagaimana kita bisa memaksimalkan segala ‘potensi’ yang Allah berikan di jalan-Nya dan sesuai dengan aturan-Nya, serta dilakukan dengan hati yang ikhlas (tidak merasa jumawa ketika apa yang kita dapatkan atau ‘miliki’ itu baik / bagus dalam kaca mata manusia, dan juga tidak merasa kecewa jika keadaannya sebaliknya, karena semua itu sebenarnya adalah yang terbaik).

B.    Mengenal Bisnis Syari’ah

Ada dua kata kunci disini, yakni bisnis dan syari’ah. Maka dari itu saya akan membagi menjadi dua bahasan, yakni bahasan “Mengapa Harus Berbisnis” dan “Mengapa Harus Syari’ah”.

a.    Mengapa Harus Berbisnis

Teringat dengan analogi mencari uang sebagai kupu-kupu dari Mas Ippho Santosa. Jika kita menjadi karyawan, kita tidak dihadapkan dengan resiko yang tinggi serta sudah pasti mendapatkan gaji sejumlah uang sekian rupiah tiap bulannya, tapi jika tidak bekerja ya tidak dapat uang. Ini seperti menangkap kupu-kupu dengan jaring, lebih mudah dan lebih pasti hasilnya. Tapi sampai kapan kita mampu berlarian mengejar kupu-kupu, dan sebanyak apa kupu-kupu yang bisa kita dapatkan menggunakan jaring? Berbeda halnya dengan jika kita membangun taman bunga, di awal kita pasti akan menghabiskan banyak tenaga tetapi hampir tidak ada satu pun kupu-kupu yang hinggap. Tapi setelah taman yang kita bangun selesai, kita tinggal merawatnya dan menunggu kupu-kupu berbondong-bondong datang sendiri, bahkan saat kita tidur. Begitu pula bisnis, di awal pasti berat dan membutuhkan ketekunan dan kesabaran. Dan jangan lupa, Nabi Muhammad SAW sendiri telah bersabda bahwa 9 dari 10 pintu rezeki adalah berdagang (bisnis).

Kaya
Source Image : http://www.penting.id/cara-cepat-kaya-menurut-islam/

Penting untuk diingat bahwa semua orang dapat berbisnis dan terlahir dengan kemampuan berbisnis, hanya saja tidak ada satu pun orang yang berbakat sepenuhnya pada suatu bidang, kecuali atas izin Tuhan. Maksudnya, apa pun bidang yang ada di dunia ini adalah rekayasa manusia dan banyak jumlahnya, sedangkan intelijensia manusia yang diberikan Tuhan oleh salah satu ilmuan ada 9 jenis. Artinya agar sukses dalam suatu hal kita pasti dimudahkan pada beberapa hal dan akan kesulitan dalam beberapa hal. Yang perlu kita lakukan adalah terus berusaha menekuni apa yang ingin kita tekuni, tak ada bakat yang sia-sia walau pun kita salah ‘jurusan’.

Tapi ingat, dalam menjalankan bisnis Anda harus fokus. Jika Anda terlanjur menjadi karyawan atau memang ingin berdedikasi sebagai non-wirausahawan, lebih baik Anda berinvestasi daripada memaksakan berwirausaha. Tentu Anda sendiri tidak ingin kan jika mempunya perusahaan dan karyawan Anda terbagi fokusnya dengan usaha yang dijalankannya? Selain hasilnya kurang maksimal, secara keberkahan pun menjadi berkurang karena kita menjadi sedikit lalai terhadap tanggung jawab.

Dalam bisnis itu ada 3 elemen penting, yakni produk, modal, dan pemasaran. Jika Anda tidak dapat terjun langsung selaku produsen dan atau pemasaran (baik sebagai distributor atau marketing), Anda bisa masuk ke segmen modal yakni sebagai investor. Menabung atau deposito itu bukan ide yang baik untuk menyimpan uang apalagi menambah kekayaan, karena pergerakan inflasi hampir pasti lebih tinggi dari persentasi bunga atau bagi hasil tiap tahunnya. Berbeda dengan investasi, selain uang kita menjadi bergerak dan tidak menghambat pertumbuhan ekonomi, kita juga bisa mendapatkan return yang menguntungkan. Banyak sekali produk investasi yang sesuai dengan syari’ah Islam, seperti reksa dana syari’ah, emas, properti, dan lain sebagainya, tinggal sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan. Selain itu, Anda juga bisa memperhitungkan berbagai produk keuangan syari’ah lainnya, Anda bisa membaca artikel Berpetualang dengan Produk Syari'ah.

Terkait kesuksesan dalam hal apapun – termasuk bisnis di dalamnya – ada beberapa hal yang wajib untuk diingat, yakni tujuan dan niat  yang mulia, ketekunan dan kesabaran, istiqomah/konsisten dan tawakal. Skill dan inteligent bisa mengikuti, yang penting adalah tiga hal tersebut. Ah, dan jangan egois, libatkan Allah dan orang lain (seperti partner, guru/mentor) dalam usaha Anda. Walau pun Anda mahir dan cerdas dalam segala bidang, tapi cermin tidak dapat memperlihatkan bayangan kita 360 derajat.

b.    Mengapa Harus Syari’ah

Semua bisnis itu syari’ah alias sesuai syari’at, tapi syari’atnya siapa? Syari’ah sendiri sebenarnya artinya aturan atau regulasi yang berarti bukan hanya Islam yang memiliki syar’at, karena itu sebenarnya jika ingin lebih benar dalam penyebutannya haruslah lengkap, yakni Syari’ah Islam. Namun kata syari’ah kini lebih identik dengan syari’ah Islam dan jarang atau hampir tidak pernah digunakan pada aturan konvensional atau yang selain dari Islam. Dan yang namanya bahasa itu bersifat arbitrer, artinya tidak ada aturan mengikat tentang benar atau salah yang penting orang mengerti. Nah, sesuatu yang sesuai dengan aturan / syari’ah Islam biasanya disebut syar’i.

Bisnis
Source Image: http://www.bisnisumkmonline.com/bisnis-syariah-3/

Kemudian, yang dimaksud dengan bisnis syari’ah disini adalah bentuk bisnis, sistem, dan juga sarana penopangnya. Bentuk bisnis contohnya adalah jual-beli yang dihalalkan, investasi syari’ah, reksa dana syari’ah, saham syari’ah, obligasi syari’ah, dan lain sebagainya. Sarana penopang misalnya rekening bank syari’ah. Dan sistem adalah tata cara / mekanisme dan juga tata kelola bisnis tersebut. Nah, itu adalah sekilas perkenalan dengan kata bisnis syari’ah, sekarang kita masuk kepada intinya. Kenapa harus bisnis yang sesuai dengan syari’ah Islam? Kenapa lebih baik menggunakan produk / jasa keuangan syari'ah?

1.    Tuhan Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya
Kita ketahui bahwa Islam adalah aturan atau ‘agama’ buatan Tuhan yang menciptakan alam semesta ini beserta dengan hukum alamnya, tentu Tuhan mengetahui segala seluk beluk tentang kehidupan dan apa-apa yang terbaik bagi makhluknya. Dengan begitu dapat kita simpulkan bahwa sebaik-baik aturan yang dibuat oleh manusia tentu lebih baik aturan yang dibuat oleh penciptanya. Dan Islam mengatur kehidupan manusia mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali, dari urusan pribadi hingga urusan bernegara, termasuk dalam bidang ekonomi pun sudah ada aturannya yang pastinya adalah yang terbaik.
“Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah yang paling mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah : 216)
2.    Ekonomi Islam sudah terbukti kualitas dan keunggulannya
Selain dalam pandangan emosional, secara rasional syari’ah Islam pun sudah terbukti keunggulannya. Beberapa diantaranya adalah:
  1. Salah satu produk ekonomi Islam (mata uang dinar dan dirham) yang terbukti tahan inflasi
  2. Perbankan syari’ah terbukti kuat menghadapi krisis moneter
  3. Mengutamakan asas kekeluargaan
  4. Menjamin kesejahteraan bersama
  5. Menjunjung tinggi keadilan
  6. Lebih aman dan manusiawi
  7. Sistematis tetapi mudah
Tentu selain itu banyak keunggulan-keunggulan sistem ekonomi Islam yang belum penulis ketahui. Jika kita flashback ke masa lampau, ketika Islam sedang berada di puncak kejayaannya pernah mencapai suatu titik dimana seluruh umat muslim tidak ada yang layak mendapatkan zakat, hingga akhirnya zakat tersebut disalurkan kepada negara lain. Artinya angka kemiskinan umat muslim saat itu adalah 0%. Wow!

3.    Menjalankan Syari’ah seutuhnya adalah wajib, bukan sunnat. Patuhi jika ingin selamat!
Miris sekali ketika mengetahui bahwa ternyata persentasi pengguna sarana keuangan berbasis syari’ah di negara yang mayoritas penduduknya penganut agama Islam ini baru sedikit. Berdasarkan data yang diperoleh dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) pada awal Juni 2016, market share keuangan syari’ah secara keseluruhan belum mencapai 5% dari total aset keuangan nasional (dikutip dari situs Detik Finance).

Sebagai umat Islam tentu kita telah bersyahadat, berikrar bahwa kita hanya akan men-Tuhankan Allah dan mengakui bahwa Nabi Muhammad beserta ajaran yang dibawanya adalah utusan Allah. Ikrar janganlah hanya menjadi penghias lisan, walaupun kita hidup di negara sekuler – yang memisahkan antara urusan akhirat dengan urusan agama – namun bukan berarti setiap individu di negara ini pun harus menjadi sekuler juga. Sekularisme di negara Indonesia tercinta ini adalah bentuk toleransi bagi warga negara Indonesia yang menganut agama / kepercayaan lain, bukan sebagai sarana penghalang umat Islam untuk menjalankan agamanya seutuhnya, karena menjalankan agama Islam sepenuhnya adalah wajib bagi seorang muslim mubaligh. Ingat bahwa manusia hidup di dunia ini hanya dalam kurun waktu tertentu, kemudian mati dan akan kembali kepada-Nya tanpa membawa sepeser uang pun selain amal yang akan dipertanggungjawabkan (inna lillahi wa inna ilaihi raji’un).
“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh besar bagi kalian.” (QS. Al-Baqarah : 208).
Memangnya apa hukum bagi orang yang memakan riba?
“Orang-orang yang makan (mengambil) riba, tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu disebabkan mereka berkata (berpendapat) bahwa sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah : 275).
Masih kurang?
“Berzinah dengan orang lain adalah dosa besar. Apalagi menzinahi ibu kandung sendiri, tentu dosanya lebih besar lagi. Lalu bagaimana dengan dosa riba yang paling berat? Rasulullah Saw pernah bersabda, “Satu dirham riba yang dimakan oleh seseorang, sementara ia tahu, adalah lebih berat (dosanya) daripada berzinah dengan 36 pelacur.” (HR. Ahmad).

C. Hati-Hati Penipuan

Bisnis yang berembel-embel syari'ah pun ternyata belum tentu benar-benar syar'i dan legal, Anda harus berhati-hati dengan penipuan seperti investasi bodong dan sebagainya. Agar tidak tertipu Anda bisa memeriksa keabsahan suatu bisnis di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Tentu akan sangat baik jika Anda membekali diri dengan ilmu yang cukup dan disertai mentor, dan yang paling penting adalah mental dan niat.
Wallahu a’lam.
Mari meraih kemenangan yang sesungguhnya!!!


Baca Juga :

1 komentar:

  1. Bạn có thể đến trực tiếp tại Kim Hospital để được hỗ trợ thăm khám hoặc tư vấn miễn phí về các dịch vụ thẩm mỹ mắt đẹp bam mi mat co vinh vien khong...Bạn sẽ có một số kiến thức thẩm mỹ nhất định cùng một sự trải nghiệm tuyệt vời!

    BalasHapus

 
NetXZ - Berbagi Tanpa Batas : About | Advertise | Sitemap
Support : Bisnis Syari’ah, Kunci Sukses Dunia dan Akhirat
Template Modified by Septia Mujizat
Proudly Powered by Blogger