Tentang Kesempurnaan - Apa Sempurna Menurutmu?

Diposkan Oleh : Septia Mujizat | Pada : 6/11/2017 | Rating : 5 | 0 komentar
Image From : http://public.joseaccelerated.com
Tak ada yang sempurna, akan selalu ada hal yang harus diperjuangkan. Kita hanya perlu memilih dengan siapa dan untuk apa kita berjuang.

Sempurna

Terkadang tak mudah untuk bisa mendefinisikan suatu hal, karena kita harus melihat dari berbagai sudut pandang dan acuan. Lalu apa yang dimaksud sempurna itu?

Kata sempurna bagiku bisa menjadi suatu batasan, karena suatu hal hanya bisa dinilai antara 0 sampai dengan 10. Sedang dunia ini dinamis, sesuatu bisa berkembang tanpa adanya batasan. Apa yang kita anggap sempurna saat ini, bisa jadi hanyalah cemoohan di masa depan. Dan apa yang dianggap sempurna oleh sebagian orang, bisa jadi dianggap biasa saja atau mungkin dianggap buruk oleh sebagian lainnya.

Tak Ada yang Sempurna?

Jika begitu, apakah Tuhan gagal dalam menciptakan kehidupan ini? Tidak! Justru dunia ini sudah diciptakan dengan sempurna, dan adanya berbagai kemungkinan dan ketidak pastian adalah bagian dari kesempurnaan dunia ini. Bayangkan jika dunia ini diciptakan dengan statis, jika begitu untuk apa dunia ini diciptakan? Toh semuanya sudah jelas dan pasti. Kita tidak akan berada pada posisi netral atau diam, karena dunia ini terus bergerak. Jika kita tidak maju, artinya kita mengalami kemunduran.

Setujukah kau bahwa terkadang kelemahan dan kekurangan makhluk yang membuat dunia ini indah? Ada berbagai kebodohan yang justru membuat dunia ini menyenangkan. Dan ternyata yang membuat sebuah kesuksesan menjadi berharga adalah adanya kegagalan.

Dunia Ini Sempurna?

Dunia bukanlah tempat untuk tinggal, melainkan tempat untuk meninggal. Banyak misteri di dunia ini yang tak bisa dan tak perlu kita pahami, tapi tujuan hidup bukan salah satunya.

Segala macam kerumitan dunia ini sering kali membuat kita terlena, tak jarang kita hidup hanya untuk mencari kehidupan. Padahal jika kita berpikir, walau pun kita boleh memiliki tujuan hidup yang berbeda, namun tujuan kita dihidupkan pastilah sama. Tuhan seperti apa pun, jika Dia adil pasti tidak mungkin membuat kehidupan dengan aturan yang tidak pasti. Pasti benar atau salah itu hanyalah satu, hanya saja selera memang tidak bisa disama ratakan. Dan pemahaman pasti berbeda, dan perbedaan yang seperti itu pasti direstui Tuhan. Itulah toleransi! Toleransi menghargai perbedaan dan keterbatasan, bukan pertentangan!

Sempurnakanlah!

Kau mungkin tak bisa melepaskan diri dari kekurangan dan kekhilafan, namun apa artinya itu jika kau berjalan dengan penuh keyakinan? Tahukah kau bahwa bukan amal yang bisa membawamu kepada keridhoan-Nya? Yah, apakah kamu berniat pamer pahala untuk mendapatkan surganya sedangkan engkau tak sadar bahwa nikmat sebelah mata pun tidak akan bisa kau balas meski kau beribadah seumur hidupmu! Dia hanya menginginkan kita untuk bersyukur, maka kita akan disempurnakan :)

Semoga Bermanfaat :)



Ayo Kenalan dengan Dasar-Dasar Fotografi (Kamera DSLR)

Diposkan Oleh : Septia Mujizat | Pada : 6/10/2017 | Rating : 5 | 0 komentar
Ayo Kenalan dengan Dasar-Dasar Fotografi (Kamera DSLR)

Fotografi
Assalammu'alaikum wr. wb.
Salam sejahtera bagi kita semua, pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengetahuan tentang dunia fotografi. Waktu main atau lagi kerja saya suka lihat orang-orang yang sok fotografer.

Kenapa saya bilang sok fotografer? Karena pertama, mereka beli kamera keren dengan harga selangit tapi cuma bisa pake mode full-auto. Kedua, kalau waktu kerja (biasanya di acara pernikahan) suka ada yang sok-sok ikutan foto-foto, mending kalo gak ngalangin saya (yang notabene memang dibayar untuk memotret disana), ini udah pengetahuannya minim soal fotografi tapi gayanya selangit. Bukan maksud merendahkan lho ya, cuman biar mereka bisa menghargai profesi dan ilmu. Nah, supaya sobat blogger gak kayak mereka yang cuman bisa gaya doang tapi pengetahuannya minim bahkan mungkin nol, disini saya akan share sedikit pengetahuan tentang fotografi. Sedikit dulu aja ya, soalnya saya juga belum tahu banyak dan masih harus banyak belajar.

1. Shutter Speed

 Shutter Speed

Ini dasar banget nih. Apa itu shutter speed? Shutter speed adalah kecepatan dimana lensa kamu menangkap cahaya. Misalnya kamu set shutter speed kamu di satu detik, maka ketika kamu ngejepret sebuah gambar, shutter kamu akan terbuka selama satu detik, sebelum akhirnya shutter ini tertutup kembali. Apa ngaruhnya? Semakin lama shutter kamera kamu terbuka, maka semakin banyak cahaya yang masuk ke kamera kamu. Gampangnya, makin lama shutter kamu terbuka, maka hasil foto kamu makin terang.

2. Diafragma

Diafragma

Diafragma ini banyak nama lainnya. Biasa disebut “F”, atau “bukaan”, dan diafragma ini agak sedikit lebih ribet dari shutter speed. Tapi jangan panik, disini bakal dijelasin dengan sederhana.
Pengaturan diafragma ini menentukan segimana besar shutter kamu kebuka ketika kamu jepret. Jadi kalau Shutter Speed tadi menentukan durasi terbukanya shutter kamera kamu, maka diafragma ini menentukan segimana gede shutter kamu kebuka. Kenapa lebih ribet? Karena diafragma ini angkanya kebalik. Makin kecil angka F yang ditunjukkan di kamera kamu, artinya shutter kamu akan terbuka lebih lebar. Kalau kamu set diafragma kamu di 10, maka shutter kamu akan membuka lebih lebar dari pada kalau kamu set di 22.

Apa ngaruhnya? Diafragma ini ngaruh juga di penerimaan cahaya; makin besar kebukanya shutter kamu, tentu aja makin banyak cahaya yang masuk. Jadi kalau kamu buka shutter kamu lebar-lebar, kamu gak perlu membuka shutter kamu lama-lama. Fungsi lain dari pengaturan diafragma ini adalah untuk menentukan depth of field foto kamu. Apa itu depth of field?

Memahami Depth of Field

Depth of field – DOF, adalah ukuran seberapa jauh bidang fokus dalam foto. Depth of Field (DOF) yang lebar berarti sebagian besar obyek foto (dari obyek terdekat dari kamera sampai obyek terjauh) akan terlihat tajam dan fokus. Sementara DOF yang sempit (shallow) berarti hanya bagian obyek pada titik tertentu saja yang tajam sementara sisanya akan blur/ tidak fokus.


DOF Lebar


Untuk mendapatkan DOF yang lebar gunakan setting aperture yang kecil, misalkan f-22 (makin kecil aperture makin luas jarak fokus) – lihat contoh foto diatas. Sementara untuk mendapat DOF yang sempit, gunakan aperture sebesar mungkin, misal f/2.8 – lihat contoh foto dibawah.


DOF Sempit

Konsep Depth of Field ini akan banyak berguna terutama dalam fotografi portrait dan fotografi makro, namun sebenarnya semua spesialisasi akan membutuhkannya.

3. ISO

ISO

ISO jauh lebih simpel dari dua poin diatas. ISO itu menunjukan seberapa sensitif sensor kamera kamu terhadap cahaya. Simpelnya, makin gelap tempat kamu motret, kamu naikkin deh ISO kamu, maka sensor kamera kamu akan menjadi lebih sensitif terhadap cahaya dan membuat gambar kamu lebih terang. Tapi kamu musti hati-hati nih. Penggunaan ISO tinggi bisa mengurangi kualitas foto kamu. Istilahnya, sensor kamu ‘dipaksa’ untuk ambil gambar terang, padahal tempat di mana kamu motret itu gelap. Jadi jangan sampe ISO kamu ketinggian kalau kamu gak mau ada bercak-bercak di foto kamu.

Nah sekarang kamu udah tau tiga pengaturan dasar kamera kamu, lalu gimana caranya bikin foto yang bagus? ‘Foto yang bagus’ itu sendiri susah di-definisi-kan, karena biar gimanapun juga fotografi itu adalah seni. Yang bagus buat saya belum tentu bagus buat kamu, begitu juga sebaliknya.

Nah, itu dia beberapa teori yang wajib diketahui oleh sobat yang ingin menggeluti dunia fotografi. Mudah-mudahan artikel ini mudah dimengerti dan dapat bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih atas kunjungannya, mohon maaf atas segala kekurangannya.
Wassalammualaikum wr. wb.

Kategori : ,

Perbedaan Orang Cerdas dengan Orang Bodoh

Diposkan Oleh : Septia Mujizat | Pada : 6/10/2017 | Rating : 5 | 11 komentar
Perbedaan Orang Cerdas dengan Orang Bodoh

Kecerdasan
Assalammualaikum wr. wb.
Salam sejahtera bagi kita semua, pada kesempatan kali ini saya akan membahas perbedaan-perbedaan antara orang cerdas dengan orang bodoh dengan membandingkan sudut pandang / cara dia menjalani kehidupan. Hal ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan pelajaran-pelajaran atau nilai-nilai ujian disekolah, karena yang dibahas disini adalah kecerdasan emosional, bukan kecerdasan intelijen semata.


APAKAH SOBAT TERMASUK ORANG YANG CERDAS ATAU BODOH? Silahkan simak dan nilai oleh Sobat sendiri, karena orang yang paling bertanggung jawab dan paling menentukan bagaimana hidup Sobat adalah Sobat sendiri.

Penasaran? Silahkan simak 50 perbedaan orang cerdas dengan orang bodoh berikut ini:
  1. Orang cerdas menyadari dan mengakui kecerdasannya sehingga ia merasa bodoh di hadapan tuhannya, sedangkan orang bodoh tidak menyadari dan tidak mengakui kebodohan nya sehingga ia merasa cerdas dihadapan Tuhannya
  2. Orang cerdas bercermin kepada kematian sedangkan orang bodoh becermin pada kehidupan.
  3. Orang cerdas lebih banyak menghitung-hitung kekurangannya, sedangkan orang bodoh lebih sring menghitung-hitung kelebihannya.
  4. Orang cerdas selalu menuntut dirinya untuk mengasihi, menyayangi, dan mencintai, sedangkan orang bodoh selalu menuntut untuk dikasihi, disayangi dan dicintai.
  5. Orang cerdas berharap dapat mengenal dirinya sendiri, sedangkan orang bodoh berharap orang lain untuk mengenal dirinya.
  6. Orang cerdas memikirkan bagaimana ,membalas kebaikan orang lain, sedangkan orang bodoh berpikir bagaimana agar orang lain membalas kebaikannya.
  7. Orang cerdas berpikir secara sistematis, metodologis, dan rasional, sedangkan orang bodoh berpikir dengan cara spekulatif dan emosional.
  8. Orang cerdas selalu berusaha untuk mewujudkan pemikirinnya, sedangkan orang bodoh larut dalam pemikirannya tanpa sempat untuk mewujudkannya.
  9. Orang cerdas bertindak sebelum menasehati, sedangkan orang bodoh menasehati sebelum bertindak.
  10. Orang selalu selalu berkaca tanpa cermin, sedangkan orang bodoh selalu berkaca dengan cermin.
  11. Orang cerdas selalu berpikir berbagai cara untuk memuji, sedangkan orang bodoh selalu berpikir berbagai cara untuk di puji.
  12. Orang cerdas selalu berusaha mencari dan mengumpulkan ilmu, Orang bodoh selalu berusaha mencari dan mengumpulkan harta.
  13. Orang cerdas memikul buku-buku didalam benaknya, sedangkan orang bodoh memikul buku-buku di kendaraannya.
  14. Orang cerdas lebih sering berbuat daripada berbicara, sedangkan orang bodoh lebih sering berbicara daripada berbuat.
  15. Orang cerdas merasa butuh memohon kepada Tuhannya, sedangkan orang orang bodoh merasa diminta dan diperlukan Tuhannya.
  16. Orang cerdas mengetahui adanya kemudahan di setiap kesulitan, orang bodoh merasa kesulitan menghadapi kemudahan.
  17. Orang cerdas mengumpulkan harta untuk di belanjakan di jalan-Nya, sedangkan orang bodoh mengumpulkan harta untuk dibelanjakan dijalannya.
  18. Orang cerdas selalu merasa malu untuk menolak pertolongan orang lain, sedangkan orang bodoh tanpa rasa malu selalu mengharapkan pertolongan orang lain.
  19. Orang cerdas bisa belajar dari kegagalan, sedangkan orang bodoh sering terbuai oleh keberhasilan.
  20. Orang cerdas memandang pasangan hidupnya sebagai mitra, sedangkan orang bodoh memandang pasangan hidupnya sebagai bawahan.
  21. Orang cerdas acapkali membicarakan tentang kebesaran Tuhannya, sedangkan orang bodoh seringkali membicarakan kehebatan dirinya.
  22. Orang cerdas selalu menghindar dari ketidaktahuan, sedangkan orang bodoh sering menjerumuskan diri dalam ketidaktahuan.
  23. Orang cerdas memimpin dengan suri tauladan, sedangkan orang bodoh tak mampu untuk memimpin dirinya sendiri.
  24. Orang cerdas lebih sering memandang kebawah untuk urusan dunia, sedangkan orang bodoh selalu memandang kebawah untuk urusan akhirat.
  25. Orang cerdas berbicara dengan akal, sedangkan orang bodoh berbicara dengan lidah.
  26. Orang cerdas selalu mudah untuk dipahami, sedangkan orang bodoh selalu sulit untuk dipahami.
  27. Orang cerdas hanya mencuri ilmu, sedangkan orang bodoh mencuri apapun yang dibutuhkannya.
  28. Orang cerdas mencintai apa yang di sukai Tuhannya, sedangkan orang bodoh membenci apa yang disukai Tuhannya.
  29. Orang cerdas selalu bersyukur disaat senang maupun susah, sedangkan orang bodoh tak mampu bersyukur walaupun di saat senang.
  30. Orang cerdas bersandar pada doanya, sedangkan orang bodoh bersandar pada kemampuannya.
  31. Orang cerdas mampu menertawakan musibah, sedangkan orang bodoh selalu dtertawakan musibah.
  32. Orang cerdas selalu mencari kebenaran, sedangkan orang bodoh selalu menutupi kebenaran.
  33. Orang cerdas selalu berupaya melupakan kebaikannya,sedangkan orang bodoh sibuk mengingatkan orang lain tentang kebaikannya.
  34. Orang cerdas mempersiapkan diri menuju kematian, sedangkan orang bodoh hanya menunggu waktu kematian.
  35. Orang cerdas memandang keturunannya sebagai amanah yang akan menyelamatkannya, sedangkan orang bodoh memandang keturunannya sebagai beban yang akan menyesatkannya.
  36. Orang cerdas selalu memohon ampun kepada Tuhannya, sedangkan orang bodoh merasa tak perlu memohon maaf kepada siapapun.
  37. Orang cerdas mampu meminta maaf dan memaafkan orang lain, sedangkan orang bodoh bahkan tak mampu memaafkan dirinya sendiri.
  38. Orang cerdas merasa membutuhkan dan dibutuhkan masyarakat, sedangkan orang bodoh merasa tidak membutuhkan masyarakat, apalagi dibutuhkan masyarakat.
  39. Orang cerdas cukup dinasehati dengan musibah, sedangkan orang bodoh selalu minta dinasehati saat tertimpa musibah.
  40. Orang cerdas berpikir bagaimana caranya untuk memberi, sedangkan orang bodoh berpikir bagaimana caranya untuk meminta.
  41. Orang cerdas tak mampu menolak pemberian karena merasa malu, sedangkan orang bodoh tak mampu memberi karena tak memiliki rasa malu.
  42. Orang cerdas berusaha untuk membantu orang lain untuk membayar utangnya, sedangkan orang bodoh selalu menanggguhkan pembayaran utangnya.
  43. Orang cerdas selalu berorientasi ke masa depannya, sedangkan orang bodoh dipenjara oleh masa lalunya.
  44. Orang cerdas tidak pernah memulai tanpa mengakhiri, sedangkan orang bodoh tidak mampu mengakhiri sesuatu yang dimulainya.
  45. Orang cerdas selalu merasa bebas dan bertanggung jawab, sedangkan orang bodoh mengginginkan kebebasan tanpa berani bertanggung jawab.
  46. Orang cerdas suka memandang isi dibanding kulit, sedangkan orang bodoh lebih suka memandang kulIt dibanding isi.
  47. Orang cerdas memndidik keluarganya dengan kepemimpinan spiritualistik, sedangkan orang bodoh mendidik keluarganya dengan kepemimpinan yang otoriter dan materilistik.
  48. Orang cerdas memandang kegagalan sebagai anak tangga menuju kesuksesan, sedangkan orang bodoh memandang kegagalan sebagai penghalang menuju kesuksesan.
  49. Orang cerdas selalu ditunggu dan diharapkaN orang banyak, sedangkan orang bodoh selalu tak di inginkan kehadirannya oleh orang banyak.
  50. Orang cerdas meletakkan lidah di belakang akal, sedangkan orang bodoh berbicara tanpa akal.

Nah, itulah perbedaan sesungguhnya dari orang cerdas dengan orang bodoh, karena itu setiap orang mampu menjadi cerdas, karena kecerdasan yang sesungguhnya datang dari hati, bukan dari otak semata.

*Penting
Meskipun begitu, sebenarnya saya lebih suka menilai predikat daripada subjeknya, karena yang namanya subjek selama dia masih hidup masih bisa berubah. Maksudnya begini, ketika kita menilai atau menyangka salah seorang manusia itu baik, bisa jadi beberapa waktu kemudian dia berubah menjadi buruk, dan baik atau buruk dia tidak terlalu berpengaruh untuk kehidupan kita. Namun jika kita menekankan kepada aspek predikat atau pekerjaannya, yang namanya pekerjaan itu hukumnya lebih pasti dan kita perlu untuk mengetahuinya, baik ya baik, buruk ya buruk, tentu dengan mengkaitkan beberapa variabel lainnya.

Artinya yang bisa disebut cerdas atau bodoh itu adalah pemikiran atau tindakan, bukan orangnya. Tapi karena manusia diberikan pilihan, maka dia yang bertanggung jawab atas tindakannya tersebut.

Oke, mudah-mudahan artikel ini bermanfaat bagi Sobat blogger semua. Terimakasih atas kunjungannya, mohon maaf atas segala kekurangannya.
Wassalammualaikum wr. wb.

Hukum Ramalan dalam Islam

Diposkan Oleh : Septia Mujizat | Pada : 6/10/2017 | Rating : 5 | 0 komentar
Apakah ramalan itu musyrik?

Perlu diketahui dulu bahwa dalam hal ramal-meramal, terdapat ramalan, yang meramal, dan yang diramal. Yang dikenakan hukum adalah tindakannya, yakni meramal dan diramal. Selain itu tentu di dalam setiap tindakan pasti ada niat dan tujuan. Nah, yang menentukan hukum kegiatan ramal-meramal adalah ramalannya (cara / metode), niat, dan tujuannya.

Bukankah dalam Al-Quran dan Al-Hadits pun terdapat banyak ramalan? Kemudian jika kita mencermati apa yang dilakukan dokter jaman sekarang, bukankah tindakannya tidak jauh dari meramal? Mereka menganalisis tanda-tanda yang terdapat pada pasien, disesuaikan dengan hasil penelitian dan pemikiran yang ada sebelumnya, lalu diambil kesimpulan. Bukankah hal itu sama saja dengan meramal?

Ramalan
Source Image: https://www.androidpit.com/app/com.Untukmu.Ramalanterlengkap

Kebanyakan orang zaman sekarang ketika mendengar kata ramal pasti dalam kepalanya sudah terngiang kata musyrik, padahal tidak semuanya kegiatan ramal-meramal itu terkategorikan musyrik. Ramalan identik dengan musyrik (menyekutukan Allah) karena dulu yang banyak melakukannya adalah dukun yang bersekutu dengan jin, yakni jin yang ingkar (termasuk golongan atau anak buah iblis). Namun bukan berarti semua jin itu jahat, tetapi jin yang bersekutu dengan dukun itu biasanya meminta syarat yang melawan syariat Islam, sudah jelas jika seorang hamba mau mengikuti perintah jin untuk melanggar syariat demi ramalan atau apa pun itu artinya telah menyekutukan Allah, menganggap bahwa ada yang lebih hebat dan pantas ditakuti kecuali Allah.

Jin juga ada yang baik, toh kan manusia dan jin diciptakan ke dunia sama-sama untuk beribadah. Jika kita melihat kepada sejarah, Nabi Sulaiman a.s. juga mempunya pasukan jin, tapi jin-jin tersebut tidak meminta syarat untuk melawan atau menentang syari'at Allah, bahkan jin-jin tersebut ikut patuh kepada Nabi Sulaiman dan ajarannya, walau di akhir cerita dikisahkan bahwa jin-jin tersebut akhirnya membelot setelah mengetahui Nabi Sulaiman telah wafat.

Selain bersekutu kepada jin, jika ada sesuatu yang membuat lalai bahkan menentang syari'at Allah, maka hal tersebut bisa disebut musyrik. Yang disebut berhala bukan hanya patung dewa dan sebagainya, tapi juga bisa berupa uang, orang, hewan, jabatan, tim olahraga, atau benda apapun itu.

Kemudian perlu diketahui juga bahwa dukun yang menggunakan sarana wirid atau bacaan-bacaan Al-Quran pun belum tentu metode itu halal, bisa jadi haram karena malah "menuhankan" bacaan-bacaan Al-Quran. Cirinya adalah dia tidak memahami maknanya dan hanya bergantung kepada bacaan tersebut. Kalaupun berhasil, bisa jadi ada campur tangan jin di dalamnya. Berbeda dengan para Nabi atau para Wali, wajar jika cukup dengan bacaan atau do'a saja maka terkabul apa yang diharapkannya. Selain karena memang faham maknanya, juga karena memang sudah dekat dan kenal kepada Tuhannya.

Kesimpulan

Intinya adalah tidak semua ramalan termasuk musyrik, tergantung cara dan tujuan. Ada cara-cara yang memang diharamkan, ada pula yang tidak diharamkan. Dan perlu diketahui juga bahwa ramalan juga bukan proyeksi tentang masa depan, tapi prediksi yang berasal dari pengalaman, pemikiran, dan penelitian, yang akhirnya diilmukan.

Jika semua percaya kepada selain Allah adalah musyrik, untuk apa kita percaya kepada guru, dokter, ilmuan, iklan, dsb? Yang perlu ditekankan adalah adanya hal yang bersifat syari'at dan ada pula yang bersifat hakiki. Seperti halnya jika kita belajar, maka akan pintar. Itu syari'atnya, tapi hakikatnya yang membuat kita pintar adalah Allah. Jadi ada bedanya antara percaya sekedar percaya dengan percaya keimanan.

Wallahu a'lam.

Baik dan Buruk itu Beda Tipis, Kamu Harus Bisa Bedakan!

Diposkan Oleh : Septia Mujizat | Pada : 6/10/2017 | Rating : 5 | 0 komentar
PR dari 2016 untuk 2017 - Sebuah Evaluasi Tahun Baru

Tahun Baru
Terkadang, yang namanya baik dan buruk itu bedanya sangat tipis. Memang dunia ini penuh dengan jebakan, karena itu tak jarang manusia melakukan kesalahan. Tapi, menurutku Tuhan tak menghukum manusia karena manusia tersebut melakukan kesalahan, tapi karena manusia tersebut tidak mau belajar dan menolak kebenaran.
Baik atau buruk seseorang tidak ditentukan oleh gaya dan atau budaya, karena gaya dan atau budaya itu bergantung kepada karakter, latar belakang, dan selera. Yang penting adalah hati dan tindakan / karyanya, terlepas dari bagaimana gaya dan atau budayanya.
Maka dari itu, ada baiknya setiap hari bahkan setiap detik kita selalu belajar dan belajar menjadi pribadi yang lebih baik lagi, momentum tahun baru ini bisa dijadikan salah satu tolak awal atau loncatan bagi kita yang ingin mengevaluasi diri. Di sini, saya sendiri ingin share beberapa pandangan atau temuan saya tentang kebaikan dan kebenaran yang sering kali saya tersesat pada hal tersebut. Mudah-mudahan, dengan saya sharing disini bisa bermanfaat bagi diri saya sendiri maupun Sobat blogger yang membacanya.
  • Tulus, bukan bodoh
  • Jujur, bukan blak-blakan
  • Apa adanya, bukan seadanya
  • Sabar, bukan diam
  • Syukur, bukan ucapan
  • Pasrah, bukan menyerah
  • Adil, bukan itungan
  • Konsisten, bukan monoton
  • Tanggung jawab, bukan terpaksa
  • Cerdas, bukan licik
  • Sungguh-sungguh, bukan ambisius
  • Rendah hati, bukan gak punya harga diri
  • Tenang, bukan santai
  • Cepat, bukan tergesa-gesa
  • Berani, bukan gak punya malu
  • Fleksibel, bukan labil
  • Berpendirian, bukan keras hati
  • Mandiri, bukan tak menghargai orang lain
  • Sopan, bukan penakut
  • Setia, bukan keras kepala
  • Sederhana, bukan asal gampang saja
  • Tegar, bukan sok kuat
  • Terpercaya, bukan pencitraan
  • Terbuka, bukan mudah terpengaruhi
  • Iman, bukan ikut-ikutan
  • Akhlaq, bukan tentang watak
  • Taqwa, bukan sebatas menggugurkan kewajiban
  • Menyayangi, bukan mentuhankan
  • Menghormati, bukan mendewakan
  • Menghargai, bukan menghilangkan batasan

PR Seumur Hidup

  1. Poros hidup: Ibadah
  2. Tujuan hidup: Ridho Allah
  3. Etos kerja: Ikhlas, cerdas, keras, mawas, tuntas
  4. Moto: Hidup bahagia dan bermanfaat, mati mulia dan terhormat
  5. Visi: Berperan serta dalam membangun dan menjaga kedamaian, kebaikan, dan kebenaran di dunia bagi seluruh alam semesta

Baik dan Buruk itu Beda Tipis, Kamu Harus Bisa Bedakan!
 
Template Modified by Septia Mujizat
Proudly Powered by Blogger